2. Mercer BM. Premature rupture of the membranes. Obstetrics and Gynecology. 2003;101(1):178–93.
3. Mehari MA, Maeruf H, Robles CC, Haftu A, Gebrehiwot H. Prevalence and factors associated with premature rupture of membrane among pregnant women in Ethiopia: a systematic review and meta-analysis. BMC Pregnancy Childbirth. 2020;20(1):728.
4. Putri LS, Rahmadani I, Wahyuni S. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Jurnal Endurance. 2018;3(2):262–9.
5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
6. Mufdlilah M, Fadhilah D. Dampak psikologis ibu hamil dengan ketuban pecah dini terhadap kesiapan menghadapi persalinan. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah. 2020;16(2):79–86.
7. Sackett DL, Rosenberg WM, Gray JA, Haynes RB, Richardson WS. Evidence based medicine: what it is and what it isn’t. BMJ. 1996;312(7023):71–2.
8. Melnyk BM, Fineout-Overholt E. Evidence Based Practice in Nursing & Healthcare: A Guide to Best Practice. 4th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2019.
9. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Practice Bulletin No. 217: Prelabor Rupture of Membranes. Obstet Gynecol. 2020;135(3):e80–97.
10. Wahyuni S, Setyaningrum E, Nurmalasari. Efektivitas pemberian antibiotik profilaksis terhadap pencegahan infeksi postpartum pada kasus ketuban pecah dini. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2020;11(2):101–7.
11. Nugroho AD, Putri YA. Penerapan Evidence Based Practice dalam manajemen ketuban pecah dini di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Jurnal Kebidanan Indonesia. 2021;12(1):45–54.
12. Mercer BM. Preterm premature rupture of the membranes: current approaches to evaluation and management. Obstet Gynecol Clin North Am. 2005;32(3):411–28.
13. Mehari MA, Maeruf H, Robles CC, Haftu A, Gebrehiwot H. Prevalence and factors associated with premature rupture of membrane among pregnant women in Ethiopia: a systematic review and meta-analysis. BMC Pregnancy Childbirth. 2020;20(1):728.
14. Sabaruddin H, Muthaher C, Robyanoor AR. Karakteristik Kehamilan dengan Ketuban Pecah Dini Preterm di RSUD Ulin Banjarmasin. JPKMI. 2019;6(1):1–8.
15. Sackett DL, Rosenberg WM, Gray JA, Haynes RB, Richardson WS. Evidence based medicine: what it is and what it isn’t. BMJ. 1996;312(7023):71–2.
16. World Health Organization. Recommendations on Antibiotic Prophylaxis for Preterm Premature Rupture of Membranes. Geneva: WHO; 2023.
17. Mercer BM, et al. Antibiotic therapy for reduction of infant morbidity after preterm premature rupture of the membranes. JAMA. 1997;278(13):1026–32.
18. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Practice Bulletin No. 217: Prelabor Rupture of Membranes. Obstet Gynecol. 2020;135(3):e80–97.
19. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Intrapartum Care for Women with Preterm Labour and Premature Rupture of Membranes (NG25). London: NICE; 2022.
20. Reeves S, Pelone F, Harrison R, Goldman J, Zwarenstein M. Interprofessional collaboration to improve professional practice and healthcare outcomes. Cochrane Database Syst Rev. 2017;(6):CD000072.
- Abstract viewed - 59 times
- JBd Vol 5 (2) Desember 2025 - 102-109 downloaded - 51 times
Downloads
Affiliations
Ratna Malawat
Politeknik Kesehatan Maluku
How to Cite
STUDI KASUS : PENATALAKSANAAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN METODE PRENATAL MASSAGE
Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Kebidanan (JBd) Desember 2025
Submitted: Dec 3, 2025
Published: Dec 31, 2025
Abstract
Perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan bisa membuat ibu merasa tidak nyaman, salah satunya adalah rasa sakit di bagian bawah punggung. Hasil dari penelitian pada ibu hamil diberbagai daerah di Indonesia mencapai 60-80% ibu hamil mengalami back pain (nyeri punggung) pada kehamilannya (1). Nyeri punggung dapat terjadi karena adanya tekanan pada otot punggung ataupun pergeseran pada tulang punggung sehingga menyebabkan sendi tertekan.Seiring dengan membesarnya uterus, maka pusat gravitasi pada wanita hamil akan berpindah kearah depan perpindahan ini akan menyebabkan ibu harus menyesuaikan posisi berdirinya. Nyeri punggung dari sakroiliaka/lumbar bisa menjadi gangguan punggung jangka panjang jika tidak segera dipulihkan. Penatalaksanaan untuk mengurangi nyeri punggung bawah (LBP) dapat dilakuan dengan Prenatal Massage. Studi kasus ini menggambarkan penatalaksanaan terapi komplementer prenatal massage pada ibu hamil trimester III dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah. Setelah asuhan kebidanan diterapkan, Ny. D mengalami penurunan rasa nyeri pada punggung bagian bawah sehingga masalah dapat teratasi.