HUBUNGAN PREMENSTRUAL SYNDROME DENGAN STABILITAS EMOSIONAL REMAJA PUTRI
Abstract
Latar Belakang : Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan sekumpulan gejala fisik, psikologi dan emosi yang muncul sebelum menstruasi dan hilang ketika menstruasi berlangsung. Premenstrual Syndrome juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan stabilitas emosional, khususnya pada remaja. Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi dapat memengaruhi neurotransmiter di otak, terutama serotonin yang berperan dalam mengatur suasana hati (mood). Tujuan: Menganalisis hubungan Premenstrual Syndrome dengan stabilitas emosional remaja putri. Metode: Janis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional, desain penelitian cross-sectional. Tempat penelitian di SMPN 9 Jember. Waktu pelaksanaan pada bulan Mei 2025. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VIII di SMPN 9 sebanyak 110 siswi. Teknik pengambilan sampel simple random sampling yaitu 58 siswi. Instrumen menggunakan kuesioner Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF), dan kuesioner kestabilan emosional. Uji statistik menggunakan uji sperman rank. Hasil: Diperoleh nilai ρ value = 0,004, (< α 0,05). Kesimpulan: ada hubungan Premenstrual Syndrome dengan kestabilan emosional remaja putri. Remaja putri dapat menjaga stabilitas emosional dengan meningkatkan pola hidup sehat dan olah raga teratur untuk mengurangi ketidaknyamanan selama mentruasi.