2. Ibrahim, Z. (2022). Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan Masyarakat di Perkotaan. Jakarta: Lembaga Informasi Lingkungan Indonesia.
3. IIza, A. (2016). Pengaruh Polusi Udara Terhadap Fungsi Paru-Paru Masyarakat Kota. Yogyakarta: Pustaka Lingkungan.
4. Permenaker RI. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan RI.
5. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2010 (Baku Mutu Emisi, dsb.) (salinan peraturan).
6. Kusumaningrum, E., Arsyad, M., & Hidayat, M. (2020). Analisis Konsentrasi PM10 dan Faktor yang Mempengaruhinya di Wilayah Perkotaan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Lingkungan, 19(1), 42–49.
7. Maruapey, S., & Betaubun, R. J. (2024). Evaluasi Saluran Drainase Jalan Wolter Monginsidi Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. KOLONI, 3(1), 116–122.
8. Permenaker RI. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan RI.
9. Rahmat, M., Siregar, M. L., & Wardani, W. (2004). Pengaruh Cuaca terhadap Pencemaran Udara oleh Kendaraan Bermotor di Jakarta. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 1(1), 10–17.
10. Rumselly, K. U. (2016). Laporan Tahunan Dinas Perhubungan Kota Ambon. Ambon: Dinas Perhubungan Kota Ambon.
11. Seinfeld, J. H., & Pandis, S. N. (2016). Atmospheric Chemistry and Physics: From Air Pollution to Climate Change (3rd ed.). New Jersey: John Wiley & Sons.
12. Syabilal, A. (2024). Data Kematian Akibat Polusi Udara di Indonesia. Surabaya: Lembaga Riset Kesehatan Nasional.
13. Syafrudin, M., Hapsari, L., & Prasetyo, A. (2022). Hubungan Antara Curah Hujan dan Konsentrasi PM10 di Kawasan Perkotaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 112–119.
14. Wantari, E., & Turyanti, N. (2024). Analisis Curah Hujan dan Kadar Karbon Monoksida di Daerah Perkotaan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 27–34.
15. WHO. (2021). Air Pollution and Health: Summary of Risk. World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int
16. World Health Organization. (2021). WHO global air quality guidelines: particulate matter (PM2.5 and PM10), ozone, nitrogen dioxide, sulfur dioxide and carbon monoxide. Geneva: WHO.
17. WHO. (2024). Ambient (Outdoor) Air Pollution. World Health Organization. https://www.who.int
- Abstract viewed - 71 times
- PDF downloaded - 52 times
Downloads
Affiliations
Kornelis Urbanus Rumselly
Poltekkes Kemenkes Maluku
Damayanti Sima Sima Sohilauw
Poltekkes Kemenkes Maluku
Prasetyawati .
Poltekkes Kemenkes Maluku
Riskia Lestaluhu
Poltekkes Kemenkes Maluku
How to Cite
Kualitas Udara Ambien Di Jalan Wolter Mongonsidi Kecamatan Baguala Kota Ambon
Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Higiene Sanitasi
Submitted: Dec 16, 2025
Published: Jan 2, 2026
Abstract
Latar Belakang: Jalan Wolter Monginsidi merupakan kawasan lalu lintas padat di Kota Ambon yang berpotensi meningkatkan pencemaran udara akibat aktivitas kendaraan bermotor. Kualitas udara ambien yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pernapasan. Namun, belum banyak penelitian yang mendokumentasikan kondisi aktual kualitas udara di kawasan ini.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran kualitas udara ambien berdasarkan parameter CO, PM₁₀, suhu udara, kelembapan relatif, dan kecepatan angin di Jalan Wolter Mongonsidi.
Metode: Penelitian ini merupakan observasional deskriptif. Pengukuran dilakukan di dua titik dengan alat Air Quality Detector, Thermal Environment Meter LSI-LASTEM, dan VelociCalc TSI. Hasil dibandingkan dengan Nilai Ambang Batas (NAB) dari Permenaker No. 5 tahun 2018.
Hasil dan Pembahasan: Di titik 1, kelembapan mencapai 70,7%, kecepatan angin 0,45 m/s, suhu 29,3°C, CO sebesar 2 ppm, dan PM₁₀ sebesar 3 µg/m³. Di titik 2, kelembapan lebih tinggi yaitu 79,1%, kecepatan angin tetap 0,45 m/s, suhu lebih rendah 27,7°C, CO sebesar 3 ppm, dan PM₁₀ sebesar 39 µg/m³. Semua parameter masih berada di bawah NAB, namun kelembapan tergolong tinggi akibat cuaca gerimis saat pengukuran.
Kesimpulan dan saran: Secara umum kualitas udara masih memenuhi standar, kecuali kelembapan relatif. Disarankan penggunaan masker bagi pedagang dan pengawasan emisi kendaraan oleh pemerintah.