Abstract

Penerapan hygiene sanitasi dalam pengolahan makanan rumah makan sangat menentukan keamanan pangan dan pencegahan penyakit bawaan makanan (foodborne disease) yang masih sering dilaporkan di Indonesia. Data Dinas Kesehatan menunjukkan rendahnya pemenuhan syarat higiene sanitasi di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng, dan observasi awal menemukan praktik cuci tangan, penggunaan penutup kepala, serta pengelolaan sampah yang belum memadai. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilaksanakan Maret–Agustus 2025 pada rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Benteng, Kota Ambon. Populasi penelitian seluruh penjamah makanan; sampel akhir 57 responden dipilih secara simple random sesuai kriteria inklusi. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Uji Chi-Square menunjukkan pengetahuan, sikap, berhubungan signifikan dengan penerapan hygiene sanitasi (p<0,05). Peningkatan pengetahuan dan sikap positif penjamah makanan, didukung sarana sanitasi yang memadai, menjadi kunci penerapan hygiene sanitasi rumah makan di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng. Disarankan edukasi terstruktur, pelatihan rutin, monitoring berkala, serta dukungan regulatif lintas sektor untuk memperkuat keamanan pangan secara berkelanjutan.