Perilaku Pengolahan Sampah Padat Oleh Pedagang Di Pasar Rumah Tiga Kota Ambon
Abstract
Latar Belakang. Pengelolaan sampah padat di pasar tradisional merupakan tantangan utama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, termasuk di Pasar Rumah Tiga Kota Ambon, mayoritas pedagang di Pasar Rumah Tiga belum sepenuhnya menerapkan praktik pengelolaan sampah yang baik, seperti pengumpulan, pemilahan dan pengolahan sampah organik maupun anorganik. Pada umumnya sampah dikumpulkan pada karung dan kantong plastik yang digantung dimeja- meja jualan, kemudian sampah yang sudah dikumpulkan di letakan di meja jualan begitu dan akan diangkut oleh petugas kebersihan. Rendahnya tingkat pemahaman dan kesadaran pedagang terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi faktor utama yang mempengaruhi perilaku ini, dimana kepentingan ekonomi lebih diutamakan dibandingkan aspek lingkungan
Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengolahan sampah padat oleh pedagang di Pasar Rumah Tiga Kota Ambon.
Metode. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi, dan wawancara terhadap para pedagang di Pasar Rumah Tiga Kota Ambon. Populasi dalam penelitian ini berjumblah 102. Sampel penelitian ini berdasarkan criteria adalah 35 pedagang dan alat yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner.
Hasil dan Pembahasan. Pengumpulan: untuk membuang sampah pada tempatnya dan masalah penumpukan sampah sebesar 35 100%), sedangkan fasilitas pengumpulan sampah yakni sebesar 4 (11,4%). Pemilahan: untuk pentingnya pemilahan sampah dan Membuang sampah ke tempatnya 35 responden (100%) sedangkan Mengetahui sampah basah dan kering, Memisahkan sampah dengan jumblah responden 7 (20 %). Pengangkutan: untuk mengetahui jadwal pengangkutan, sampah di angkut dari tempat jualan, dan pengangkutan sering terlambat dengan jumblah 35 responden (100%) sedangkan pengangkutan teratur dengan jumblah responden 6 (17,1 %). Perilaku: untuk pelatihan mengolah sampah, Merasa perlu banyak belajar, dan Fasilitas untuk pengolahan limbah dengan jumblah 35 responden (100%) sedangkan Mengetahui metode 3R dan Kesadaran masyarakat sekitar dengan jumblah responden 7 (20 %).
Kesimpulan dan saran. Proses pengumpulan yang baik terdapat 35 responden (100%) yang membuang sampah pada tempatnya dan masalah penumpukan sampah sedangkan yang tidak baik 31 responden (88,6%) tidak merasa cukup dengan fasilitas pengumpulan sampah. Pemilahan sampah yang baik yaitu 35 responden (100 %) mengetahi pentingnya pemilahan sampah dan membuang sampah pada tempatnya sedangkan yang tidak baik 28 responden (80%) tidak memisahkan sampah basah dan sampah kering. Perilak yang baik pada pengolahan sampah ditemukan 35 responden (100 %) mengatakan tidak ada program atau pelatihan terkait dengan pengolahan sampah dan masih perlu banyak belajar pengolahan sampah serta tidak ada fasilitas untuk pengolahan sampah, yang tidak baik 28 responden (80%) yang tidak mengetahui metode 3R dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pengolahan sampah