https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JHS/issue/feedJurnal Higiene Sanitasi2026-01-02T11:12:16+07:00Damayanti Sima Sima Sohilauw, S.KM.,M.KLjhs@poltekkes-maluku.ac.idOpen Journal Systems<p><img src="/public/site/images/damayanti_sohilauw/Cover_JHS.jpg" width="127" height="179"></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Jurnal Higiene Sanitasi (JHS)</span></span></span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> adalah jurnal akses terbuka (e-journal) yang menerbitkan karya ilmiah bagi para promotor dan pendidik higiene dan sanitasi. Fokus dan liputan jurnal ini meliputi: Sanitasi udara, Sanitasi udara, Sanitasi tanah, limbah padat, dan limbah cair, Kesehatan makanan dan minuman, Pengendalian vektor dan hama, Pemberdayaan masyarakat, dan Pendidikan Profesi Kesehatan.</span></span></span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Artikel jurnal ini terbit pada bulan Juni dan September, dan dikembangkan oleh Program Studi Diploma III Sanitasi, Politeknik Kesehatan Maluku. </span></span></span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Tim Redaksi JHS menyambut dan mengundang para peneliti dari seluruh dunia untuk mengirimkan makalah (artikel penelitian asli) untuk dipublikasikan di jurnal ini. Semua makalah akan diterbitkan segera setelah diterima.</span></span></span></span></p>https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JHS/article/view/755Kualitas Udara Ambien Di Jalan Wolter Mongonsidi Kecamatan Baguala Kota Ambon2026-01-02T11:09:54+07:00Kornelis Urbanus Rumsellykornelisrumselly@gmail.comDamayanti Sima Sima Sohilauwdamayanti_sohilauw@poltekkes-maluku.ac.idPrasetyawati .watick.one@gmail.comRiskia Lestaluhuriskialestaluhu326@gmail.com<p><strong>Latar Belakang</strong>: Jalan Wolter Monginsidi merupakan kawasan lalu lintas padat di Kota Ambon yang berpotensi meningkatkan pencemaran udara akibat aktivitas kendaraan bermotor. Kualitas udara ambien yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pernapasan. Namun, belum banyak penelitian yang mendokumentasikan kondisi aktual kualitas udara di kawasan ini.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian</strong>: Mengetahui gambaran kualitas udara ambien berdasarkan parameter CO, PM₁₀, suhu udara, kelembapan relatif, dan kecepatan angin di Jalan Wolter Mongonsidi.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan observasional deskriptif. Pengukuran dilakukan di dua titik dengan alat Air Quality Detector, Thermal Environment Meter LSI-LASTEM, dan VelociCalc TSI. Hasil dibandingkan dengan Nilai Ambang Batas (NAB) dari Permenaker No. 5 tahun 2018.</p> <p><strong>Hasil dan Pembahasan</strong>: Di titik 1, kelembapan mencapai 70,7%, kecepatan angin 0,45 m/s, suhu 29,3°C, CO sebesar 2 ppm, dan PM₁₀ sebesar 3 µg/m³. Di titik 2, kelembapan lebih tinggi yaitu 79,1%, kecepatan angin tetap 0,45 m/s, suhu lebih rendah 27,7°C, CO sebesar 3 ppm, dan PM₁₀ sebesar 39 µg/m³. Semua parameter masih berada di bawah NAB, namun kelembapan tergolong tinggi akibat cuaca gerimis saat pengukuran.</p> <p><strong>Kesimpulan dan saran</strong>: Secara umum kualitas udara masih memenuhi standar, kecuali kelembapan relatif. Disarankan penggunaan masker bagi pedagang dan pengawasan emisi kendaraan oleh pemerintah.</p>2026-01-02T10:59:23+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JHS/article/view/770Pemeriksaan Kualitas Bakteriologi (Escherichia Coli) Dan Konstruksi Sumur Gali Di RT 006 RW 017 Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon2026-01-02T11:09:54+07:00Susanti Wahidsunantiwahid1408@gmail.comRizky Aulia Salsabila Al Muktiauliasals19@gmail.comWa Rinakeslingwarina@gmail.comKasman Lestaluhuklestaluhu@ymail.com<p><strong>Latar Belakang</strong>. Air bersih adalah suatu cara dalam mencukupi kebutuhan masyarakat akan hidup sehat dan bebas dari kontaminasi bakteri patogen. Sumber air bersih dinyatakan aman apabila bebas dari kontaminasi kuman, tidak berasa, tidak berbau dan memenuhi standar yang telah ditetapka. Permaslahan yang ditemukan sesuai dengan konstruksi sumur gali belum memenuhi syarat, diantaranya dinding kotor, penutup sumur masih ditutup dengan seng dan ada yang masih terbuka serta letak sumur gali yang dekat dengan saluran pembuangan air limbah.</p> <p><strong>Tujuan</strong>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bakteriologi <em>Escherichia coli</em> dan konstruksi sumur gali di RT 006 RW 017 Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon.</p> <p><strong>Metode</strong>. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisa laboratorium. Dengan mengunakan metode membran filter.</p> <p><strong>Hasil dan Pembahasan</strong>. Hasil pemeriksaan bakteri <em>E. coli</em> menunjukan bahawa sebanyak 5 sampel air yang digunakan memiliki nilai tertinggi 360 CFU/ml dan nilai terendah 4 CFU/ml semuanya tidak memenuhi syarat Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 tentang kesehatan lingkungan, hasil konstruksi sumur gali dengan resiko terkontaminasi (51%-75%) kategori tinggi.</p> <p><strong>Kesimpukan dan saran</strong>. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bakteri <em>E. coli</em> terdapat pada 5 sampel sumur di RT 006 RW 017 Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon dimana konstruksi sumur gali tidak sesuai dengan kriteria pada inspeksi sanitasi air bersih sehingga tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, masyarakat yang mengunakan sumur gali harus selalu memperhatikan kebersihan sumur.</p>2026-01-02T11:02:17+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JHS/article/view/753Gambaran Pengelolaan Sampah Di Daerah Pesisir RT 02/RW 010 Desa Batu Merah Kompleks Ongkoliong Kota Ambon2026-01-02T11:09:53+07:00Abdul Rizal Lapodirijalzahra410@gmail.comIswandi Fatarubaiswandhyfataruba@gmail.comRahwan Ahmadrahwan.ahmad@gmail.comFrice Nivaanfricenivaan@gmail.com<p><strong>Latar Belakang</strong>: Permasalahan Sampah bukan hanya menjadi Isu global dan nasional, tetapi juga sangat terasa hingga ke Tingkat lokal, Khususnya di wilayah Pesisir RT 02 RW 010 Desa Batu merah kompleks ongkoliong kota ambon. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tangal 1 desember 2024 ditemukan bahwa wilayah ini mengalami kendala serius dalam pengelolaaan sampah rumah tangga. Hasil pengamatan menunjukan bahwa Sebagian masyarakat di wilayah tersebut membuang sampah ke laut atau membakarnya di sekitar Pantai. Jenis sampah yang di buang sangat beragam, mulai dari sampah organic (sisa makanan,dedauanan) hingga anorganik (plastic, botol, kaleng). Prkatik ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan masyarakat seperti infeksi saluran pernapasan, diare dan penyakit berbasis lingkungan lainya. Factor utama yang menyebabkan kondisi ini adalah tidak tersedianya tempat penampungan sampah sementara (TPS) Yang dekat dengan pemukiman warga. Bahkan Sebagian warga terpaksa menyimpan sampah berhari-hari di rumah karena karena TPS yang tersedia jauh berada cukup jauh dan tidak terjangkau oleh Sebagian warga, khususnya yang tidak memiliki kendaraan. masalah ini menjadi sangat penting karena pengelolaan sampah yang buruk dapat berdampak langsung pada lingkungan laut, yang merupakn sumber penghidupan utama masyarakat setempatBerdasarkan kondisi di atas, sangat perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui secara menyeluruh bagaimana proses pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat RT 02 RW 010.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian</strong>: Untuk mengetahui Gambaran pengelolaan sampah Di Daerah Pesisir RT 02/RW 010 Desa Batu merah kompleks ongkoliong Kota ambon</p> <p><strong>Metode</strong> Jenis penelitian yang digunakan survei deskriptif, dilakukan guna mendapatkan gambaran terkait pengelolaan sampah Di daerah pesisir RT 02/RW 010 Desa Batu Merah kompleks ongkoliong Kota Ambon</p> <p><strong> </strong><strong>Hasil dan Pembahasan</strong>: Berdasarkan hasil penelitian, responden yang melakukan proses pemilahan sampah ada 24 responden (53,3 %), dan yang tidak melakukan proses pemilahan 21 responden (46,6%).responden melakukan proses pengangkutan sampah yang di angkut ke TPS sebanyak 20 ( 44,4%) dan yang tidak melakukan pengangkutan sampah 25 responden (55,5%). Sedangkan responden yang melakukan pemusnahan sampah sebanyak 20 (44,4%) dan yang tidak melakukan pemusnahan sampah 25 responden (55,5%).<strong> </strong></p> <p><strong> </strong><strong>Kesimpulan dan saran</strong>: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat di simpulkan bahwa masyarakat RT 02 RW 010 belum melakukan proses pengelolaan sampah dengan baik.</p>2026-01-02T10:57:27+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JHS/article/view/769Pemeriksaan Kadar Detergen Dan Tss Pada Limbah Cair Tempat Pencucian Kendaraan Bermotor Di Rt 042 Negeri Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah2026-01-02T11:09:54+07:00Rajid Fariz Rasakorajidrasako46@gmail.comRusdin Wallychoganwally73@gmail.comFairuz Watngilthomilagefa@gmail.com<p><strong>Latar Belakang</strong>: Air limbah yang dihasilkan oleh usaha pencucian mobil ini apabila langsung dibuang ke badan air atau saluran air akan menyebabkan pencemaran pada badan air yang dikarenakan oleh kandungan detergen atau surfaktan ionic dan minyak terkandung dalam air limbah pencucian mobil tersebut. Menjamurnya usaha pencucian mobil di Indonesia adalah fenomena yang menarik. Semakin banyak mobil yang digunakan, maka usaha pencucian mobil merupakan peluang bisnis yang menjanjikan. Kandungan dalam limbah pencucian seperti detergen dan TSS yang tinggi akan menyebabkan lingkungan yang tercemar dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan</p> <p><strong>Tujuan Penelitian</strong>: Mengetahui kadar detergen dan TSS pada limbah cair di tempat pencucian kendaraan bermotor di RT 042 Negeri Suli Kabupaten Maluku Tengah.</p> <p><strong>Metode</strong>: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptis, yaitu metode penelitian yang berusaha menggambarkan semua data atau objek penelitian atau situasi objek menganalisis dan membandingkan berdasarkan kenyataan yang terjadi di tempat tersebut atau tentang masalah kesehatan</p> <p><strong>Hasil dan Pembahasan</strong>: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di lihat bahwa hasil pemeriksaan kadar kedua parameter dalam limbah cair tempat pencucian kendaraan bermotor untuk parameter detergen sangat tinggi 7,134 mg/l dan TSS tidak memenuhi syarat 124 mg/l. Menurut PERMENLHK RI No P. 68/Menlhk/setjen/Kum. 1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat untuk kadar Detergen dengan hasil uji 7,134 mg/l dan kadar TSS dengan hasil uji 124 mg/l. PERMENLHK RI Nomor:P.68/Menlhk/setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.</p>2026-01-02T11:01:32+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JHS/article/view/772Perilaku Pengolahan Sampah Padat Oleh Pedagang Di Pasar Rumah Tiga Kota Ambon2026-01-02T11:09:54+07:00Kartini Susanti PakaykartiniPakay@gmail.comFadly Kalikyfadly.kaliky@gmail.comLesly Latumanuwylatumanuwylesly@gmail.com<p><strong>Latar Belakang</strong>. Pengelolaan sampah padat di pasar tradisional merupakan tantangan utama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, termasuk di Pasar Rumah Tiga Kota Ambon, mayoritas pedagang di Pasar Rumah Tiga belum sepenuhnya menerapkan praktik pengelolaan sampah yang baik, seperti pengumpulan, pemilahan dan pengolahan sampah organik maupun anorganik. Pada umumnya sampah dikumpulkan pada karung dan kantong plastik yang digantung dimeja- meja jualan, kemudian sampah yang sudah dikumpulkan di letakan di meja jualan begitu dan akan diangkut oleh petugas kebersihan. Rendahnya tingkat pemahaman dan kesadaran pedagang terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi faktor utama yang mempengaruhi perilaku ini, dimana kepentingan ekonomi lebih diutamakan dibandingkan aspek lingkungan</p> <p><strong>Tujuan Penelitian.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengolahan sampah padat oleh pedagang di Pasar Rumah Tiga Kota Ambon.</p> <p><strong>Metode.</strong> Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi, dan wawancara terhadap para pedagang di Pasar Rumah Tiga Kota Ambon. Populasi dalam penelitian ini berjumblah 102. Sampel penelitian ini berdasarkan criteria adalah 35 pedagang dan alat yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner.</p> <p><strong>Hasil dan Pembahasan.</strong> Pengumpulan: untuk membuang sampah pada tempatnya dan masalah penumpukan sampah sebesar 35 100%), sedangkan fasilitas pengumpulan sampah yakni sebesar 4 (11,4%). Pemilahan: untuk pentingnya pemilahan sampah dan Membuang sampah ke tempatnya 35 responden (100%) sedangkan Mengetahui sampah basah dan kering, Memisahkan sampah dengan jumblah responden 7 (20 %). Pengangkutan: untuk mengetahui jadwal pengangkutan, sampah di angkut dari tempat jualan, dan pengangkutan sering terlambat dengan jumblah 35 responden (100%) sedangkan pengangkutan teratur dengan jumblah responden 6 (17,1 %). Perilaku: untuk pelatihan mengolah sampah, Merasa perlu banyak belajar, dan Fasilitas untuk pengolahan limbah dengan jumblah 35 responden (100%) sedangkan Mengetahui metode 3R dan Kesadaran masyarakat sekitar dengan jumblah responden 7 (20 %).</p> <p><strong>Kesimpulan dan saran</strong>. Proses pengumpulan yang baik terdapat 35 responden (100%) yang membuang sampah pada tempatnya dan masalah penumpukan sampah sedangkan yang tidak baik 31 responden (88,6%) tidak merasa cukup dengan fasilitas pengumpulan sampah. Pemilahan sampah yang baik yaitu 35 responden (100 %) mengetahi pentingnya pemilahan sampah dan membuang sampah pada tempatnya sedangkan yang tidak baik 28 responden (80%) tidak memisahkan sampah basah dan sampah kering. Perilak yang baik pada pengolahan sampah ditemukan 35 responden (100 %) mengatakan tidak ada program atau pelatihan terkait dengan pengolahan sampah dan masih perlu banyak belajar pengolahan sampah serta tidak ada fasilitas untuk pengolahan sampah, yang tidak baik 28 responden (80%) yang tidak mengetahui metode 3R dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pengolahan sampah</p>2026-01-02T11:03:05+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JHS/article/view/756Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Hygiene Sanitasi Pada Proses Pengelolaan Makanan Rumah Makan Di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng Kota Ambon Tahun 20252026-01-02T11:09:54+07:00Rahma TunnyRahmatunny@gmail.comFarha Assagafffarhacica@gmail.comZulfikar Latingfikarlating066@gmail.comSitty Julmita Sopaheluwakansittijulmita@gmail.comJerez Grace Latumahinagracejerez@gmial.com<p>Penerapan hygiene sanitasi dalam pengolahan makanan rumah makan sangat menentukan keamanan pangan dan pencegahan penyakit bawaan makanan (<em>foodborne disease</em>) yang masih sering dilaporkan di Indonesia. Data Dinas Kesehatan menunjukkan rendahnya pemenuhan syarat higiene sanitasi di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng, dan observasi awal menemukan praktik cuci tangan, penggunaan penutup kepala, serta pengelolaan sampah yang belum memadai. Penelitian kuantitatif dengan <em>desain cross sectional </em>dilaksanakan Maret–Agustus 2025 pada rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Benteng, Kota Ambon. Populasi penelitian seluruh penjamah makanan; sampel akhir 57 responden dipilih secara simple random sesuai kriteria inklusi. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Uji Chi-Square menunjukkan pengetahuan, sikap, berhubungan signifikan dengan penerapan hygiene sanitasi (p<0,05). Peningkatan pengetahuan dan sikap positif penjamah makanan, didukung sarana sanitasi yang memadai, menjadi kunci penerapan hygiene sanitasi rumah makan di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng. Disarankan edukasi terstruktur, pelatihan rutin, monitoring berkala, serta dukungan regulatif lintas sektor untuk memperkuat keamanan pangan secara berkelanjutan.</p>2026-01-02T11:00:23+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JHS/article/view/750Checking For Worm Eggs In Feces And Nails Of Vegetable Farmers On Waiheru Village Plantations, Baguala District, Ambon City2026-01-02T11:09:53+07:00Zulkhairi Nurlettezulkhairynurlette@gmail.comArfan Ohorellaarfan.ohorella@gmail.comHairuddin Rasakohairuddinrasako@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Kecacingan juga merupakan Salah satu penyakit yang angka insidennya masih tinggi disebabkan oleh cacing usus yang penularannya melalui tanah <em>soil transmitted helminthiasis</em> (STH). <em>Soil transmitted helminths </em>(STH) merupakan cacing golongan nematoda usus yang menginfeksi manusia yang menelan telurnya melalui rute fekal oral. Ada tiga jenis cacing nematoda usus yang penularannya melalui tanah, yaitu cacing gelang <em>Ascaris lumbricoides</em>, cacing cambuk <em>Trichuris trichiura</em>, cacing <em>tambang Necator americanus dan Ancylostoma duodenale.</em></p> <p><strong>Tujuan Penelitian: </strong>Untuk mengetahui keberadaan Telur Cacing Pada Feses Dan Kuku Petani Sayuran Di Perkebunan Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini di tunjang dengan pemeriksaan laboratorium, populasi dalam penelitian ini adalah 11 orang petani di perkebunan sayur desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon, metode penentuan sampel adalah purposive sampling dengan mengunakan kriteria Inklusi dan Ekslusi, sampel terdiri dari 4 sampel feses diperiksa menggunakan metode Direct Slide, 4 sampel kuku tangan dan 4 sampel kuku kaki diperiksa menggunakan metode sedimentasi. Keseluruhan 12 sampel di ambil dari 4 responden.</p> <p><strong>Hasil dan Pembahasan: </strong>Hasil uji Laboratorium nomor 01/LHU/BLKM-AMQ/01/2025 yang diperoleh dari Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM), tentang pemeriksaan telur cacing pada feses dan kuku petani sayuran yang diperiksa pada tanggal 24 Januari 2025 hasil pemeriksaan pada 4 sampel feses, dan untuk 4 sampel kuku tangan dan 4 sampel kuku kaki didapatkan keseluruhan 12 sampel negatif.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Berdasarkan hasil pemeriksaan telur cacing pada ke 12 sampel yang diambil dari 4 responden didapati hasil keseluruhan sampel negatif.</p>2026-01-02T10:56:08+07:00##submission.copyrightStatement##