Abstract

Tali pusat neonatus merupakan pintu masuk potensial mikroorganisme patogen karena sistem imun yang imatur. Perawatan tali pusat yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko infeksi tali pusat (omphalitis) yang masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas kombinasi metode dry cord care dan edukasi terstruktur terhadap kondisi tali pusat dan tingkat pengetahuan ibu dalam pencegahan infeksi pada neonatus di RSUD Karel Sadsitubun Langgur. Penelitian ini menggunakan one-group pretest-posttest desain deskriptif kuantitatif pada 25 neonatus usia 0–3 hari beserta ibu dan tenaga kesehatan yang terlibat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kondisi tali pusat menggunakan instrumen REEDA termodifikasi, kuesioner pengetahuan ibu, serta dokumentasi asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek mendapatkan perawatan dry cord care sesuai SOP yang dikombinasikan dengan edukasi terstruktur melalui demonstrasi dan leaflet. Pada hari pertama, 84% tali pusat dalam kondisi lembab dan 60% menunjukkan REEDA positif, serta 68% ibu berpengetahuan kurang. Setelah tiga hari implementasi, 92% neonatus menunjukkan tali pusat kering tanpa tanda infeksi (REEDA negatif), dan 92% ibu memiliki pengetahuan baik. Kombinasi dry cord care sesuai SOP dan edukasi terstruktur terbukti efektif dalam mencegah infeksi tali pusat sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kemandirian ibu dalam merawat neonatus.