Abstract

Anak tunagrahita merupakan anak yang memiliki keterbatasan dalam hal perkembangan, fungsi intelektual dan kemampuan adaptasi sosial. Sehingga mengalami kesulitan berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dukungan interaksi sosial merupakan tindakan seseorang individu yang mempengaruhi individu lain sehingga anak dapat mengembangkan keterampilan bersosialisasi. Menurut data UNICEF tahun 2025  jumlah anak berkebutuhaan  khusus (ABK) di dunia berjumlah 240 juta anak disabilitas dan 2,19 dengan presentasi 15% anak mengalami tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk Menggambarkan  efektivitas keperawatan dalam bentuk dukungan intraksi sosial dengan stimulasi bicara pada anak tunagrahita untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi di Panti Asuhan Bhakti Luhur Langgur. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Sampel berjumlah 20 anak dengan usia 6-12 tahun yang dilaksanakan pada bulan  mei 2026. Instrumen yang digunakan adalah format dukungan interaksi sosial, lembar observasi. Setelah dilakukan dukungan interaksi sosial dengan stimulasi bicara selama 5 hari, Kemampuan berkomunikasi dengan teman meningkat dari 40% menjadi  80%. Kooperatif dalam bermain dengan  teman sebaya meningkat dari 45% menjadi 40% . Menyapa orang lain dari 35% menjadi 75%. Menjalin hubungan sosial dari 39% menjadi 70%. Dan Kontak mata dalam bersosialisasi dari 40% menjadi 90%. Dukungan interaksi sosial dengan stimulasi bicara terbukti efektif dalam mengatasi hambatan interaksi sosial serta meningkatkan kemampuan bersosialisasi pada anak tunagrahita di Panti Asuhan Bhakti Luhur Langgur.