REBUSAN KAYU MANIS TERHADAP STABILITAS KADAR GLUKOSA DARAH PADA KLIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OHOIRA
Abstract
Diabetes mellitus (DM) tipe II merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Sehingga menyebabkan ketidakstabilan glukosa darah jangka panjang pada penderita dan dapat memicu komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti ilmiah mengenai penerapan rebusan kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai terapi komplementer dalam menstabilkan kadar Gula Darah Sewaktu (GDS). Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2026 di Wilayah Kerja Puskesmas Ohoira, Kabupaten Maluku Tenggara. Sampel penelitian terdiri dari 20 penderita DM tipe II dewasa dengan kriteria inklusi nilai GDS awal >200 mg/dL. Tindakan yang diberikan berupa rebusan 2–3 batang kayu manis (1–3 gram) dalam 400 ml air hingga tersisa 200 ml, dikonsumsi sekali sehari selama 3 hari berturut-turut, dikombinasikan dengan aktivitas fisik ringan selama 10 menit pada hari kedua. Pemantauan kadar GDS diukur melalui pre-test dan post-test harian, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penurunan GDS yang konsisten pada seluruh sampel. Rerata GDS pada hari pertama menurun dari 250 mg/dL menjadi 220 mg/dL. Pada hari ketiga, seluruh sampel (100%) berhasil mencapai kadar GDS di bawah 200 mg/dL dengan rentang akhir 175–190 mg/dL, serta mencatat total rerata penurunan sebesar 60 mg/dL. Kesimpulannya, terapi rebusan kayu manis terbukti efektif secara klinis sebagai terapi komplementer berbasis bukti yang aman, ekonomis, dan layak diterapkan di pelayanan kesehatan primer.