Penguatan Kesehatan Paru Melalui Edukasi Gizi Berbasis Pangan Lokal Pada Masyarakat Pesisir Kota Ambon
Abstract
Masyarakat Desa Laha Kota Ambon memiliki risiko gangguan kesehatan paru yang cukup tinggi akibat paparan polusi udara dari aktivitas bandara dan lalu lintas kendaraan, yang diperberat oleh rendahnya pemanfaatan pangan lokal kaya zat gizi protektif. Pangan lokal Maluku seperti kelor, ikan pelagis, labu kuning, rumput laut, pisang, dan sagu berpotensi mendukung kesehatan paru melalui kandungan antioksidan, vitamin, mineral, dan asam lemak esensial, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan paru. Metode yang digunakan adalah edukasi gizi dengan pendekatan ceramah interaktif dan diskusi, disertai evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Desa Laha pada November 2025 dengan melibatkan 40 peserta, terdiri atas 4 laki-laki dan 36 perempuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan masyarakat setelah intervensi edukasi, yang menandakan meningkatnya pemahaman peserta mengenai hubungan antara pola konsumsi pangan lokal, paparan polusi udara, dan kesehatan paru. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan sikap positif terhadap penerapan pangan lokal dalam menu keluarga sehari-hari. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa materi edukasi, leaflet dan booklet pangan lokal paru-sehat, data evaluasi peningkatan pengetahuan, serta draf artikel ilmiah pengabdian. Program ini dinilai efektif, aplikatif, dan berpotensi direplikasi sebagai model edukasi gizi berbasis pangan lokal untuk mendukung ketahanan kesehatan masyarakat pesisir.