Jurnal Tatihu
https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JT
<p><strong>Jurnal Tatihu (JT)</strong> provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the health sciences. This journal encompasses original research articles, review articles, and case study, including: Clinical Nutrition, Community Nutrition, Public Health Nutrition, Food Service Management, Food Science and Technology. JT is published by Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku and published periodically (twice a year) in July and December.</p> <p>ISSN XXXX-XXXX</p>Poltekkes Kemenkes Malukuen-USJurnal Tatihu0000-0000Gambaran Asupan Zat Gizi Makro Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Nania Kota Ambon
https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JT/article/view/862
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat dan berisiko menyebabkan berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu faktor yang berperan dalam pengendalian hipertensi adalah pemenuhan asupan zat gizi makro yang meliputi energi, protein, dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi makro (energi, protein, dan karbohidrat) pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Nania Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien hipertensi. Data karakteristik responden diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan data asupan energi, protein, dan karbohidrat dikumpulkan menggunakan metode food recall 3×24 jam. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berusia >60 tahun (76,7%) dan berjenis kelamin perempuan (83,3%). Berdasarkan asupan zat gizi makro, asupan energi kategori kurang (53,3%), asupan protein kategori baik (63,3%), dan asupan karbohidrat kategori kurang (63,3%). Dapat disimpulkan bahwa pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Nania Kota Ambon memiliki asupan energi dan karbohidrat yang belum memenuhi kebutuhan, sedangkan asupan protein berada pada kategori baik. Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi dan pemantauan pola makan secara berkelanjutan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan zat gizi makro dan pengendalian hipertensiSiti ZubaidahWahyuni Sammeng
##submission.copyrightStatement##
2026-07-092026-07-0921273310.32695/jt.v2i1.862Hubungan Tingkat Konsumsi Zat Gizi Makro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita
https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JT/article/view/830
<p><em>Latar Belakang:</em> Stunting masih menjadi masalah dunia (WHO) Badan Kesehatan Dunia memperkirakan tingkat kejadian stunting pada anak balita di seluruh dunia pada tahun 2020 mencapai 22% yaitu sekitar 149,2 juta. Tingkat stunting tercatat sebesar 30,8%. Sedangkan Stunting adalah salah satu isu yang menjadi perhatian utama dalam penanganan masalah gizi anak usia dini di Indonesia. Asupan nutrisi menjadi salah satu faktor yang secara langsung memengaruhi keadaan gizi pada anak balita. Zat gizi makro adalah salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting untuk mendukung kesehatan balita, di mana makanan berfungsi secara signifikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.</p> <p><em>Tujuan</em><em>:</em> penelitian ini bertujuan untuk mengalisis hubungan tingkat konsumsi zat gizi makro dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sepa.</p> <p><em>Bahan dan </em><em>Metode</em><em>:</em> penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Lokasi penelitian Di Posyandu Cengkih Desa Sepa, Wilayah Kerja Puskesmas Sepa Kabupaten Maluku Tengah. Populasi penelitian adalah Balita (balita stunting dan tidak stunting) dengan sampel berjumlah 83 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>Teknik accidental sampling. </em></p> <p><em>Hasil Penelitian:</em> menunjukkan prevalensi stunting sebesar 48,2%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan data nasional berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 yaitu 21,6%, serta lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Maluku (26,1%). Analisis <em>Chi-square</em> terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi dengan kejadian stunting (p=0,003) sedangkan tingkat konsumsi protein (P-value 0,104), lemak (P-value 0,231) dan karbohidrat (P-value 0,487) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikat dengan kejadian stunting.</p>Inamah InamahEty Yuni RistantiBaharudin M SubandiKhartini KalukuMuayat Mahua
##submission.copyrightStatement##
2026-07-092026-07-0921112010.32695/jt.v2i1.830Gambaran Pengetahuan dan Frekuensi Konsumsi Makanan Siap Saji pada Remaja
https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JT/article/view/829
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Makanan siap saji (<em>fast food</em>) merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi oleh remaja karena praktis, mudah diperoleh, dan memiliki cita rasa yang disukai. Namun, konsumsi makanan siap saji yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit tidak menular lainnya. Pengetahuan yang memadai mengenai makanan siap saji diharapkan dapat membantu remaja dalam memilih makanan yang lebih sehat dan bergizi seimbang.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan frekuensi konsumsi makanan siap saji pada remaja di SMAN 11 Ambon.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilaksanakan di SMAN 11 Ambon pada bulan April–Mei 2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII sebanyak 361 siswa. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner berisi 12 pertanyaan pilihan ganda, sedangkan data frekuensi konsumsi makanan siap saji diperoleh menggunakan <em>Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire</em> (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17 tahun (47,4%) dan berjenis kelamin laki-laki (53,8%). Tingkat pengetahuan remaja tentang makanan siap saji sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 48 orang (61,5%), kategori cukup sebanyak 17 orang (21,8%), dan kategori baik sebanyak 13 orang (16,7%). Frekuensi konsumsi makanan siap saji menunjukkan bahwa 28 responden (35,9%) mengonsumsi makanan siap saji 3–6 kali per minggu, 24 responden (30,8%) mengonsumsi setiap hari, 17 responden (21,8%) mengonsumsi 1–2 kali per minggu, 7 responden (9,0%) mengonsumsi 1 kali per bulan, dan 2 responden (2,5%) tidak pernah mengonsumsi makanan siap saji.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Sebagian besar remaja di SMAN 11 Ambon memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai makanan siap saji dan frekuensi konsumsi makanan siap saji yang tergolong tinggi. Diperlukan upaya edukasi gizi secara berkelanjutan melalui sekolah dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perilaku konsumsi pangan yang lebih sehat pada remaja.</p>Mahmud MahmudLisnawati LisnawatiInamah InamahMuhamad AsrarKhartini Kaluku
##submission.copyrightStatement##
2026-07-092026-07-092111010.32695/jt.v2i1.829Potensi bahaya kontaminasi dan evaluasi keamanan pangan jajanan tradisional di Maluku: A Literature Review
https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JT/article/view/853
<p>Abstrak</p> <p>Latar Belakang : Jajanan tradisional di Maluku, yang sebagian besar berbahan dasar sagu dan umbi lokal, memiliki nilai budaya yang tinggi dan banyak dikonsumsi masyarakat. Namun, praktik pengolahan skala rumah tangga serta pemasaran di ruang terbuka sering kali tidak memenuhi standar higienis, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kontaminasi mikroba, kimia, maupun fisik.</p> <p>Tujuan : Tinjauan ini secara sistematis mengevaluasi risiko keamanan pangan biologis, kimia, dan fisik pada jajanan tradisional Maluku berdasarkan literatur yang telah dipublikasikan.</p> <p>Metode :Tinjauan literatur dilakukan dengan menganalisis beberapa artikel terpilih. Sintesis data difokuskan pada Praktik higiene pangan, Kontaminasi mikroba (angka lempeng total [ALT], koliform, <em>Staphylococcus aureus</em>), Bahaya kimia (glikosida sianogenik pada produk berbahan singkong) dan Risiko kontaminasi fisik selama pemasaran dan penanganan jajanan yang ditinjau meliputi <strong>sagu lempeng</strong><strong>, </strong><strong>enbal</strong><strong>, </strong>dan <strong>asida</strong><strong>.</strong></p> <p><strong>Hasil : </strong>Sebagian besar kudapan berbahan sagu melebihi ambang batas nasional untuk ALT dan <em>Staphylococcus aureus</em>. Kontaminasi dikaitkan dengan penanganan manual yang tidak higienis serta kualitas air yang buruk saat pengolahan. Detoksifikasi singkong pahit yang tidak sempurna pada enbal menyebabkan residu glikosida sianogenik yang berpotensi toksik.</p> <p>Penjualan di ruang terbuka tanpa penutup pelindung mengakibatkan kontaminasi debu dan partikel asing. Proses pemanggangan tradisional (misalnya sagu lempeng) efektif menurunkan jumlah mikroba. Namun, risiko rekontaminasi pasca-pengolahan tetap tinggi akibat kemasan dan penanganan yang kurang memadai.</p> <p>Kesimpulan : Jajanan tradisional Maluku menghadapi tantangan serius dalam aspek keamanan pangan. Untuk melindungi kesehatan masyarakat, intervensi perlu difokuskan pada: Penerapan <strong>Good Manufacturing Practices (GMP)</strong><strong>,</strong>Perbaikan sanitasi air dalam proses produksi, Penggunaan <strong>kemasan pelindung</strong> untuk mencegah rekontaminasi, Program edukasi keamanan pangan berbasis komunitas</p> <p>Kata kunci : Kontaminasi, keamanan pangan, hygiene, Jajanan tradisional</p>Junieni JunieniKhartini KalukuKasman Lestaluhu
##submission.copyrightStatement##
2026-07-092026-07-0921212610.32695/jt.v2i1.853Daya Terima Sari Buah Galoba (Hornstedtia Allieacea) Dengan Penambahan Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus)
https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JT/article/view/865
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada pada garis khatulistiwa dan terkenal banyak memiliki keanekaragaman jenis tanaman, tetapi potensi ini belum semuanya dimanfaatkan sebagai bahan industri khususnya tanaman berkhasiat obat. Sari buah adalah cairan jernih atau agak jernih, tidak difermentasi, diperoleh dari hasil pengepresan buah-buahan yang telah matang dan masih segar, cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah segar yang telah masak. Buah galoba dikenal masyarakat Indonesia sebagai buah pining bawang adalah salah satu potensi flora endemik yang ada di Provinsi Maluku. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol buah pining atau galoba mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sari buah galoba dengan penambahan buah naga merah yang merupakan pewarna alami kaya akan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan 3 formulasi yang berbeda, yang bervariasi dalam komposisi buah galoba dan buah naga merah. Uji organoleptic dilaksanakan untuk menilai warna, rasa, kekentalan dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A2B2 (250 g buah galoba, 75 g buah naga merah) memiliki penerimaan tertinggi secara keseluruhan dengan total skor 12,20. Formulasi ini dianggap paling disukai dalam hal aroma dan kekentalan. Namun untuk aspek rasa dan warna, panelis lebih memilih formulasi A3B3 (200 g buah galoba, 125 g buah naga merah). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengembangan sari buah galoba dengan penambahan buah naga merah diterima dengan baik dari sudut pandang organoleptik dan memiliki potensi sebagai produk pangan inovatif yang memanfaatkan sumber daya lokal. Kata kunci : buah galoba; buah naga merah; sari buahOctovina SoumokilJunieni JunieniEty Yuni RistantiApriyanti Lamawurang
##submission.copyrightStatement##
2026-07-092026-07-0921364510.32695/jt.v2i1.865