Analisis Kadar Air Tepung Ubi Jalar Putih (Ipomoea batatas L.) pada Tiga Metode Pengeringan
Abstract
Tepung ubi jalar putih mempunyai beberapa keunggulan dibanding tepung terigu, yaitu kandungan serat makanan yang tinggi disertai indeks glikemiks yang rendah. Ubi jalar (Ipomoea batatas l) termasuk salah satu bahan alternatif pangan karbohidrat non beras, yang memiliki banyak sekali manfaat dan juga gizi yang seimbang bagi kesehatan tubuh, ubi jalar memiliki 3 keunggulan hasil integrasi kualitas sereal kualitas sereal (pati tinggi), buah-buahan (kandungan vitamin dan pektin tinggi), dan sayuran (kandungan vitamin tinggi). dan kandungan mineral). Penurunan kadar air tepung sangat diperlukan karena dapat mempengaruhi umur simpannya. Kadar air yang tinggi akan memicu terjadinya aktivitas mikroorganisme dan reaksi-reaksi kimia yang membuat tepung menjadi cepat rusak sehingga terjadi penurunan mutu. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kadar air tepung ubi jalar putih dengan menggunakan tiga variasi pengeringan.
Metode peneitian : Jenis penelitian ini yaitu deskriptif yang bersifat eksperimental, dengan 3 metode pengeringan, sampel dalam penelitian ini adalah tepung ubi jalar putih. Dan dianalisis kadar air menggunakan oven dan timbangan. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa hasil kadar tepung dari 3 pengeringan, yang sangat baik yaitu pengeringan sangrai. Dari hasil uji analisis kadar air pengeringan sinar matahari selama 2 hari, pengeringan oven dengan suhu 45°C, sedangkan sangrai dengan waktu 70 menit. Kesimpulan : Uji analisis kadar air tepung ubi jalar putih dengan pengeringan sinar matahari memiliki nilai 6, 04%, pengeringan oven memiliki nilai 3, 89%. pengeringan sangrai memiliki nilai 2,89%.