Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kota Ambon. Pola konsumsi makanan yang tidak seimbang berkontribusi terhadap terjadinya gizi kurang maupun risiko gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola konsumsi makanan dan status gizi balita di Posyandu Kahena Desa Batu Merah Kota Ambon. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 36 balita usia 6–59 bulan yang dipilih secara accidental sampling. Data pola konsumsi makanan dikumpulkan melalui food recall 3×24 jam, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U) sesuai Standar Antropometri Anak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi normal (66,7%), namun masih terdapat balita dengan BB kurang hingga sangat kurang (27,7%) serta risiko BB lebih (5,6%). Pola konsumsi makanan belum optimal, ditandai dengan rendahnya konsumsi sayur dan buah serta masih adanya asupan energi dan zat gizi makro yang kurang. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya penguatan edukasi gizi dan pemantauan pertumbuhan balita secara berkelanjutan melalui Posyandu, dengan penekanan pada peningkatan keragaman pangan dan pemanfaatan pangan lokal.