2. world health organization. Global Tuberculosis report 2015. World Heal Organ. 2015;20(1):1-145. doi:10.1017/CBO9781107415324.004
3. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. Vol 70.; 2015. doi:10.1111/evo.12990
4. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Profil Kesehatan Aceh 2015. 2016:86.
5. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 67 Tahun 2016. Jakarta; 2016.
6. Pameswari P, Halim A, Yustika L. Tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Mayjen H . A . Thalib Kabupaten Kerinci. J Sains Farm dan Klin. 2016;2(2):116-121.
7. Pratama ANW, Aliong APR, Sufianti N, Rachmawati E. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Pasien dan Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Jember. Pustaka Kesehat. 2018;6(2):218-224. doi:10.19184/pk.v6i2.7570
8. Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
9. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Lap Nas 2013. 2013:1-384. doi:1 Desember 2013
10. Kunoli FJ. Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular Untuk Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Jakarta: TIM; 2013.
11. Wulandari D. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Tahap Lanjutan Untuk Minum Obat di RS Rumah Sehat Terpadu Tahun 2015. J Adm Rumah Sakit. 2015;2(1):17-28.
12. Dotulong JFJ, Sapulete MR, Kandou GD. Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin Dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Penyakit Tb Di Desa Wori Kecamatan Wori. J Kedokt Komunitas Dan Trop. 2015;3(2):57-65.
13. Kondoy PPH, Rombot D V., Palandeng HMF, Pakasi TA. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis di Lima Puskesmas di Kota Manado. J Kedokt Komunitas dan Trop. 2014;II:1-8.
14. Media Y. Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat Tentang Penyakit Tuberkulosis (Tb) Di Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat. Media Litbang Kesehat. 2011;21(3):82-88.
15. Nugroho FA, Stikes M, Kediri RB, et al. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis Pada Keluarga. 2010;3(1):19-28.
16. Silo WK, Wongkar MCP, Langi YA, et al. Angka Kejadian Merokok Pada Pasien Tb Yang. 2015;3(April):2013-2016.
17. Zazkya Fitri Sylvarez, Tri Indra Wijaksana, S.Sos. MS. Karakteristik Penderita TB Pengguna Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Di Indonesia. e-Proceeding Manag ISSN 2355-9357. 2016;3(1 April):477-484. doi:10.1037/cou0000103.
18. Abdul Hakim.N. PMP. Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Pasien Terhadap Keteraturan Pengobatan Tb Di Puskesmas Wangon I Banyumas.
19. Fitriani E. Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan kejadian Tuberkulosis . Unnes J Public Heal. 2013;2(1):2-5. doi:10.15294/ujph.v2i1.3034
20. Oktavia S, Muntahar R, Destriatania S. Analisis Faktor Risiko Kejadian TB di Wilayah Kerja Puskesmas Kertapati Palembang. J Ilmu Kesehat Masy. 1955;7(2):124-138.
21. Muhammad EY. LITERATUR REVIEW Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Kejadian Tuberkulosis Metode. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2019;10(2):288-291. doi:10.35816/jiskh.v10i2.173
22. Rahmi N, Medison I, Suryadi I. Hubungan Tingkat Kepatuhan Penderita Tuberkulosis dengan Perilaku Kesehatan, Efek Samping OAT dan Peran PMO pada Pengobatan Fase Intensif di Puskesmas Seberang Padang September 2012 - Januari 2013. J Kesehat Andalas. 2017;6(2):345. doi:10.25077/jka.v6i2.702
23. Kurniasih E, Sa’adah HD. Pengaruh Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tubercolosis di Wilayah Kerja Puskesmas Ngawi Kabupaten Ngawi. War Bhaktu Husada Mulia. 2017;4(2):90-94.
24. Dewanty LI, Haryanti T, Kurniawan TP. Kepatuhan Berobat Penderita Tb Di Puskesmas Nguntoronadi I Kabupaten Wonogiri. J Kesehat. 2016;9(1):39. doi:10.23917/jurkes.v9i1.3406
25. Kurniawan F, Widjaja NT, Maturbongs GH, Karundeng SF, Rapa FB. Kepatuhan Berobat Penderita Tuberculosis Di Puskesmas, Kota Jayapura, Provinsi Papua. J Med. 2011;10(2):56-62.
26. Pameswari P, Halim A, Yustika L. The Level of Compliance of Tuberculosis Patients at Mayjen H. A Thalib Kerinci Hospital. J Sains Farm Klin. 2016;2(2):116-121. doi:10.1007/s13398-014-0173-7.2
27. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. 2014.
28. Kirana RC, Lutfiyati H, H IW. Tuberkulosis Di Bkpm Magelang Periode Februari the Description of Compliance Level of Patients in Bkpm Magelang in the Periode of February – March 2015. 2015;I(2):36-42.
29. Niven N. Psikologi Kesehatan: Pengantar Untuk Perawat & Professional Kesehatan Lain. Jakarta: EGC; 2012.
30. Septia A, Rahmalia S, Sabrian F. Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita tb . Jom Psik. 2013;1(2):1-10.
31. Yoisagadji AS, Maramis FR., Rumayar AA. Hubungan Antara Pengawas Menelan Obat (Pmo) Dan Peran Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Kota Manado. Pharmacon. 2016;5(2):138-143.
32. Nurhidayati I, Dhian A, Khoirunisa H. Peran Keluarga Pada Kepatuhan Minum Obat Penderita Tb Di Kawedanan Pedan Klaten. J ARSI. 2016;3(1):343-347.
33. Kartikasari D, Rejeki S, Wuryanto E. Hubungan Peran Keluarga Debagai Pengawas Minum Obat (Pmo) Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tb Di Puskesmas Kedungwuni Ii Kabupaten Pekalongan. J Ilmu Keperawatan. 2012;5(1):71-79.
- Abstract viewed - 473 times
- PDF downloaded - 566 times
Downloads
Affiliations
Andi Zulhaida
Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banda Aceh
Rosdiana Rosdiana
Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banda Aceh
Veny Wilya
Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banda Aceh
How to Cite
Kepatuhan Menelan Obat Penderita Tuberculosis di Puskesmas Seulimeum Aceh Besar
Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Mei 2020
Submitted: Dec 6, 2019
Published: Jun 30, 2020
Abstract
Tuberculosis (Tb) still a major health problem in developing countries. The success of reducing Tb disease is influenced by compliance behavior and regularity in disease control. The study aims to identify factors related to medication adherence Tb patients. The study is cross sectional design. Data were collected using a questionnaire conducted in 2016. Determination of sample using a total population technique that is 36 Tb patients who consume OAT (Anti Tuberculosis Medication). The results of the study of 10 Tb patients having good Drug Consumption Supervisor (PMO) 76,9%, 14 Tb patients having good family roles 73,7% and 17 good transportation facilities 70.8% to the level of medication adherence was good. There is a relationship between PMO (p-value=0.014), transportation facilities (p-value=0.001), and family roles (p-value=0.001) with medication adherence Tb patients and there is no relationship between drug availability (p-value=0.281) with medication adherence Tb patients. Medication adherence Tb patients is associated with PMO, drug availability, transportation facilities, and family roles. Tb patients are expected to be consistent to take medication regularly and thoroughly.