Abstract

Kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga di Ambon dari tahun ke tahun semakin meningkat, yang
memberi peluang meningkatnya jumlah anak dengan HIV. Kader posyandu sebagai ujung tombak
pelayanan kesehatan dasar di masyarakat dapat diberdayakan untuk mensosilisasikan pencegahan
HIV/AIDS. Upaya pencegahan ini diintegrasikan kedalam tugas kader posyandu untuk memberikan
penyuluhan pencegahan HIV/AIDS. Jenis penelitian kuantitatif, kuasi eksperimen dengan rancangan
pre test post ttest non-equivalent control group. 30 responden mendapatkan pelatihan dan 30
responden mendapatkan leaflet. cara pengambilan sampel purposive sample. Hasil uji statistik terhadap
pengetahuan kader, p-value = 0,348 (tidak ada perbedaan pengetahuan antara kedua kelompok sebelum
intervensi). Post test 1 p-value = 0,000 dan Post test 2, p-value = 0,000 (ada perbedaan pengetahuan
antara kedua kelompok). Hasil uji statistik terhadap sikap, kader, p-value = 0,057 dan Post test 1 pvalue


= 0,450 (tidak ada perbedaan sikap antara kedua kelompok). Post test 2, p-value = 0,000 (ada
perbedaan sikap antara kedua kelompok). Rata-rata skor praktik pre test dan post test 1 adalah 0, pvalue


= 1,00 (tidak ada perbedaan praktik antara kedua kelompok). Post test 2 kelompok intervensi
15,93 dan kelompok kontrol 11,20, p-value = 0,000 (ada perbedaan praktik antara kedua kelompok).
Pelatihan disertai dengan praktik menyuluh dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik kader.
Disarankan kepada DKK Ambon, agar Kader posyandu yang telah dilatih, dapat ditingkatkan lagi
pengetahuannnya dengan dilakukan penyegaran kader secara periodik.


Kata kunci: Pelatihan, pengetahuan, sikap dan praktik, HIV/AIDS, kader