Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada pada garis khatulistiwa dan terkenal banyak memiliki keanekaragaman jenis tanaman, tetapi potensi ini belum semuanya dimanfaatkan sebagai bahan industri khususnya tanaman berkhasiat obat. Sari buah adalah cairan jernih atau agak jernih, tidak difermentasi, diperoleh dari hasil pengepresan buah-buahan yang telah matang dan masih segar, cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah segar yang telah masak. Buah galoba dikenal masyarakat Indonesia sebagai buah pining bawang adalah salah satu potensi flora endemik yang ada di Provinsi Maluku. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol buah pining atau galoba mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sari buah galoba dengan penambahan buah naga merah yang merupakan pewarna alami kaya akan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan 3 formulasi yang berbeda, yang bervariasi dalam komposisi buah galoba dan buah naga merah. Uji organoleptic dilaksanakan untuk menilai warna, rasa, kekentalan dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A2B2 (250 g buah galoba, 75 g buah naga merah) memiliki penerimaan tertinggi secara keseluruhan dengan total skor 12,20. Formulasi ini dianggap paling disukai dalam hal aroma dan kekentalan. Namun untuk aspek rasa dan warna, panelis lebih memilih formulasi A3B3 (200 g buah galoba, 125 g buah naga merah). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa
pengembangan sari buah galoba dengan penambahan buah naga merah diterima dengan baik dari sudut pandang organoleptik dan memiliki potensi sebagai produk pangan inovatif yang memanfaatkan sumber daya lokal.

Kata kunci : buah galoba; buah naga merah; sari buah